Penyakit ini disebabkan oleh basil dari bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis sendiri dapat menyerang bagian tubuh manapun, tetapi yang tersering dan paling umum adalah infeksi tuberkulosis pada paru-paru. Penyebaran penyakit ini dapat terjadi melalui orang yang telah mengidap TBC.
Gejala TBC disebabkan karena bakteri yang bernama Mycobacterium tuberculosis. Biasanya, seseorang tertular TBC saat kontak langsung dengan penderita TBC.
Namun bukan berarti pasien TBC nggak bisa beraktivitas layaknya orang sehat. Spesialis paru dr Ni Nyoman Priantini, Sp.P dari RS Awal Bros Evasari, Jakarta tetap memperbolehkan penderita TBC bekerja, tapi sebaiknya intensitasnya nggak terlalu padat, terutama pada dua bulan pertama pengobatan.
6. Hindari PenularanTBC dapat ditularkan melalui udara. Jika Anda merupakan penderita, hindari batuk, bersin, tertawa, bernyanyi, atau berbicara yang sampai memercikkan air ludah dekat dengan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan orang lain tertular TBC karena kuman TB terdapat pada air liur penderita.
Dokter spesialis paru dan saluran napas RS Awal Bros Batam dr. Abdul Malik, SpP menyatakan bahwa Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat diobati dan disembuhkan. Tuberkulosis bisa disembuhkan dengan obat-obatan yang disediakan pemerintah, biasanya kombinasi dari empat macam obat antimikroba yang disebut RHZE.
Namun, sebagian besar orang dengan penyakit ini tidak lagi menularkan bakteri setelah mereka menerima terapi yang sesuai untuk setidaknya 2 minggu. Cara mencegah TB agar tidak menulari orang lain adalah sebagai berikut: Diagnosis dan perawatan dini. Menjauh dari orang lain sampai tidak ada lagi risiko infeksi.
Oleh karena itu, meski tidak merasakan gejala tuberkulosis, seseorang dengan infeksi bakteri ini perlu melakukan perawatan ke dokter. Tidak seperti penderita TB paru aktif yang pengobatannya juga membantu mencegah penularan TBC, pengobatan TB laten dilakukan guna mencegah aktifnya infeksi bakteri tuberkulosis.
Produk makanan olahanMakanan olahan tidak baik untuk dikonsumsi penderita TBC, terutama yang memakai pengawet. Beberapa makanan yang masuk ke daftar pantangan ini adalah gula, roti putih, nasi putih, tepung, kue, kue kering, puding olahan, serta makanan kaleng.
Untuk TBC di organ paru, maka durasi pengobatan yang dilakukan minimal 6-9 bulan, tanpa mangkir konsumsi obat. Sedangkan, pada kondisi TBC yang menginfeksi organ lain bisa jadi durasi pengobatan akan lebih lama.
TBC Bukan Penyakit TurunanTBC bisa terjadi pada beberapa orang dalam satu keluarga, tapi bukan berarti penyakit ini disebabkan karena faktor genetik.
Menurut penjelasan dokter spesialis paru dan pernapasan Fathiyah Isbaniah, penderita TBC tidak harus menggunakan peralatan terpisah.
Berikut beberapa di antaranya:
- Anak-anak. Anak-anak adalah kelompok orang yang rentan sekali terinfeksi tuberkulsis, terutama mereka yang masih berusia di bawah 5 tahun (balita).
- Lansia.
- Pengidap HIV/AIDS.
- Penderita diabetes mellitus (DM)
- Miskin.
- Tinggal di daerah padat penduduk.
- Berada di lingkungan penderita TBC.
Tuberkulosis tidak menular melalui ciuman, karena kuman tuberkulosis tidak terdapat di dalam air liur melainkan di dalam dahak yang keluar saat penderita batuk. Kuman tuberkulosis harus “dipaksa” ke udara.
Namun tidak perlu mengisolasi pasien TBC secara berlebihan apalagi terus menerus, karena kuman TBC tidak dapat menular lagi setelah pasien menjalani 2-4 minggu pengobatan secara rutin.
Sebagian besar kasus TB pada anak tidak dapat menular ke anak yang lain, kecuali pada anak yang menderita “adult type TB” atau TB tipe dewasa, yaitu TB pada anak dengan gambaran menyerupai TB pada dewasa dan ditemukan BTA pada pemeriksaan dahak.
Anak-anak yang terkena TBC atau tuberkulosis kemungkinan besar tidak tertular dari teman-teman sebayanya, melainkan dari orang dewasa yang menderita penyakit tersebut. Ketika orang dewasa yang menderita TBC batuk atau bersin, bakteri penyebab TBC akan menyebar ke udara.
Minum obat 3 kali sehari.Jika obat yang dikonsumsi untuk mengurangi gejala, seperti sakit kepala, demam, atau nyeri, kamu cukup minum dua kali setelah makan sahur dan berbuka.
Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah berobat dengan tekun dan tekad untuk sembuh yang kuat. Pengobatan tuberkulosis harus sesuai dengan tipe yang diderita. Oleh sebab itu, pengobatannya wajib diawasi dokter dan dilakukan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit maupun puskesmas.
Konsumsi obat TBC satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan dengan segelas air. Khusus obat TBC rifampicin, penderita perlu mengonsumsinya dengan perut kosong. Hindari mengonsumsi alkohol saat sedang mengikuti pengobatan TBC. Jangan lupa meminum obat TBC tiap harinya.
Tujuannya adalah kesembuhan total. Tetapi bakteri TBC susah mati, atau matinya sangat lambat, sehingga obat harus diminum selama beberapa bulan.
Ada sebagian pasien TB mengalami efek samping ringan setelah minum obat anti TB yaitu: Hilang nafsu makan, mual, sakit perut. Nyeri sendi. Kesemutan sampai rasa terbakar di kaki.
Jangan karena merasa sudah merasa lebih baik, Anda lantas menghentikan konsumsi obat yang diberikan dokter. Karena ini bisa berbahaya, kuman yang bersarang di tubuh Anda bisa menjadi kebal atau imun pada obat anti TB (OAT).
Obat anti tuberkulosis (OAT) yang dipakai sebagai tatalaksana lini pertama adalah rifampisin, isoniazid, pirazinamid, streptomisin, dan etambutol, yang tersedia dalam tablet tunggal maupun dalam sediaan dosis tetap (fixed dose combination).