Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Sleep Medicine menyatakan bahwa kurang tidur atau begadang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi akibat adanya penyempitan pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung mendadak pada wanita.
Kebiasaan begadang atau melek sampai dini hari merupakan salah satu faktor risiko naiknya berat badan. Melansir Sleep Foundation, penelitian dari Northwestern Medicine AS mengungkapkan, orang yang doyan begadang cenderung mengonsumsi asupan 248 kalori lebih banyak setiap hari.
Terjadinya insomnia atau gangguan tidur dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti stroke, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Insomnia merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi telinga kita.
National Sleep Foundation menyarankan bahwa jam tidur yang baik dimulai pukul 08.00 malam hingga tengah malam. Meski demikian, jam tidur yang baik bisa saja tergantung pada kapan kita akan bangun di pagi hari, lalu menghitung mundur sebanyak 7 jam (jumlah waktu minimum yang dianjurkan bagi orang dewasa).
Waktu tidur ideal manusia dimulai dari pukul 10 malam, dan bangun pada pukul 6 pagi. Namun, beberapa ahli bahkan menyarankan untuk memulai tidur pada pukul 8 malam. Jika waktu tidur berkisar antara pukul 8 malam sampai dengan 12 malam, kamu akan mendapatkan tidur yang nyenyak dan mimpi indah.
Orang yang tidur kurang dari 7 atau 8 jam pada malam hari, memiliki risiko obesitas yang sangat tinggi. Kebiasaan tidur pagi atau kurang tidur pada malam hari, atau bahkan tidur terlalu lama dapat mengacaukan sistem metabolisme seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Tak berbahaya, asal…Menanggapi hal ini, dokter spesialis penyakit jantung Budhi Setianto mengatakan, mandi setelah begadang boleh dilakukan, dan tak menjadi soal selama seseorang merasa badannya bugar sehabis mandi.
Sleep Foundation menyarankan, jangan tidur terlalu siang atau memasuki sore hari karena mungkin akan memengaruhi pola tidur malam hari dan membuat Anda sulit untuk tertidur di waktu tidur biasa. Idealnya tidur siang dilakukan di antara pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.
Sering tidur di pagi hari dan tidak cukup tidur dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung dan stroke. Kurang tidur akan meningkatkan tekanan darah dan peradangan dalam tubuh. Kedua hal inilah yang akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke.
Kualitas tidur yang buruk memiliki efek negatif pada kesehatan mental anak. Tidak cukup tidur dapat membuat anak kurang waspada secara mental dan tidak dapat berkonsentrasi pada kegiatan mereka. Selain itu, tidur terlalu larut dapat menyebabkan si kecil menjadi malas dan kurang aktif.
Begadang bisa mengganggu siklus tidur alami tubuh, yang dapat mempengaruhi fungsi mental dan tingkat energi seseorang pada hari berikutnya. Sering begadang sepanjang malam dapat menyebabkan masalah tidur dan dapat memiliki efek jangka panjang pada kesehatan.
Lebih mengerikannya lagi, kekurangan tidur bisa memicu masalah kesehatan serius. Di antaranya menyebabkan penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, detak jantung tak teratur, tekanan darah tinggi hingga diabetes, ungkap laman Web MD. Orang yang kurang tidur berisiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular.
Penelitian terbaru mengindikasikan, penggunaan obat tidur secara rutin dapat menimbulkan risiko kematian serta memicu timbulnya beberapa jenis kanker. Sebuah studi baru di Amerika Serikat menunjukkan, mereka yang menenggak pil tidur berisiko empat kali lebih besar meninggal ketimbang orang yang tidak meminumnya.
Demi Kesehatan, Simak 6 Cara Atasi Kebiasaan Begadang
- KOMPAS.com - Begadang bisa jadi merupakan gaya hidup bagi sebagian orang.
- Baca juga: Tidur Siang Bisa Bantu Jaga Tekanan Darah.
- Jauhi cahaya biru.
- Jangan tidur siang terlalu lama.
- Olahraga.
- Baca juga: Lebih Bugar dan Rileks dengan Essential Oils.
- Hindari makan malam terlalu larut.
- Ambil langkah bertahap.
Jawabannya tentu saja bisa. Dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health. Hasilnya menemukan bahwa waktu paling lama seseorang dapat hidup tanpa tidur yakni sekitar 264 jam alias 11 hari berturut-turut.